Pesan Badar 1

 


Yaa Allah jika malam ini kau turunkan hujan, turunkanlah sebagaimana kau turunkan hujan pada malam badar

 

Badar,dalam Bahasa arab kata ini bermakna bulan purnama. Bahasa sansekerta pun turut meramaikan makna badar ini, penuh bulan artinya. Menurut saya makna antar kedua Bahasa itu ada keterkaitanya, bagaimana tersebutkan Perang badar  pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijriyah itu pun penuh dengan pelajaran serta hikmah yang teduh menenangkan , seperti bulan Purnama. Bulat sempurna dengan sinar yang paripurna, lihat, bisakah handphone ataupun kamera tercanggih di abad ini menagkap penampakan bulan sama seperti retina menangkap keindahannya?

Maha kuasa Allah atas nikmat penglihatan yang tiada sandingan nya. Menilik dari Luqman yang menjadi begitu mulia dengan hikmah nya, Ibnu Athaillah yang bahkan membuat judul sendiri mengenai hikmah hikmah dalam kitabnya, Al Hikam, atau pun ilmu bashariyyah yang mampu menyerap hikmah tuk meramu hati dan jiwa menjadi sebuah pandangan. Inilah hikmah, namun sebelum hikmah itu terurai, izinkan saya mencairkan dahulu suasana ini dengan kisah Badar, harapannya, semoga Kisah ini menguap menjadi tema besar umat ini.

Tahukah bahwa penyulut perang ini berawal dari mimpi atikah binti Abdul Muththolib tentang kematian yang akan dialami oleh sebagian besar kaum Quraisy. Mimpi yang membuat Abu lahab, Utbah bin Rabi’ah,dan Umayyah bin Khalaf takut bukan kepalang. Tampak jelas bahwa kematian adalah sesuatu yang amat ditakuti oleh mereka, belum lagi perkataan sahabat Ummayah, yaitu Sa’ad Bin Muadz yang berkata kepada nya, bahwa Rasulullah bersabda : “ sesungguhnya, kami akan membunuh kalian !. di depan wajah abu jahal

Bersegeralah Umayyah membeli kuda yang larinya tercepat, tujuan nya tak  lain agar ia bisa lari dari peperangan saat dilanda ketakutan.

و الله ، لا اخرج من مكه  



Berita itu membuat semua Pembesar Quraisy memutuskan untuk menabuh gendering perang, kecuali si pengecut diantara mereka, seseorang yang namanya abadi sebagai penghuni neraka , bukan lain adalah abu Lahab namanya.

Duhai,siapa pula yang berani melawan kaum yang didalam nya terdapat cucu Abdul Muththolib?

Tak tinggal diam, Abu Jahal mengirimkan perhiasan dan pakaian wanita kepada sesiapa yang tidak ikut dalam peperangan.

“ mana kejantananmu? Tidak lain tidak bukan, kalian lebih lemah dari wanita! “

“ Kami semua akan pergi badar, entah untuk peperangan atau makan,minum dan bernyanyi selama 3 hari. Jika sudah kita akan pulang dan menunjukan kekuatan kita kepada jazirah Arab.

Ucapan yang optimis sekali bukan? Ditambah lagi aksi Amir bin Al Hadrami yang melepas baju karena meratapi kematian Amr bin Al Hadrami ( saudaranya, orang kafir yang pertama kali terbunuh )  mampu menyulut semangat kaum Quraisy.Padahal pedang Ibnu Mas’ud ( ada riwayat yang menyebutkan Amr bin Jamuh ) sudah sebegitu mengkilapnya.

Mulailah kisah berlembar lembar ini termaktub. 100 kuda yg 600 zirah dikerahkan, bahkan 300 orang dari bani Zuhroh kembali ke Mekkah, ketika sudah sampai di juhfah, semuanya terjadi tanpa terkendali oleh mata manusia. Padahal Allah sudah mentakdirkan sejak dahulu bahwa pembesar Quraisy akan mati di badar.

Dalam kondisi yang sulit dan ketakutan itulah yang mengharuskan mereka melakukan sesuatu

Melakukan sesuatu dengan kehati hatian dan kewaspadaan,

Tapi taqdir Allah tetap mutlak akan kematian.

 

Bersambung…………..

 

 

 

Comments

  1. The first human who always admired Ka Nabila's work 😆😍

    ReplyDelete
  2. Aku tunggu sambunganya kk💕💙🤍

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts