asimilasi venesia





" yashinta! " 
gadis itu menoleh, membenahi syal nya, lantas tersenyum.
" ada apa? "
gadis yang memanggilnya tadi berlari kecil, menyamai letak yashinta berdiri 
" you seems like a burnout girl yashinta.. "
" ah iyaa?  no, im not. aku sedang berfikir saja, brainstorming maybe? "
" ahahaha, whats the matter? sejak kapan ide perlu dicari untuk seorang yashinta lunara?
gadis itu tertawa. bola mata mediterania nya menatap yashinta lucu,rambut ikal pirangnya dikepang satu dan membiarkan sedikit rambut yang terurai menghiasi wajahnya yang elok.
" you are too much alaska..kita ini sama sama manusia,nah berhubung kau disini menggangguku, aku meminta sedikit saran darimu.. " matanya mengerling nakal. 
jangan lagi lagi menganggu yashinta yang sedang berfikir, mungkin saja batin alaska berkata seperti itu. biarlah.
" well, balance, but i don't have a good idea, as you know i haven't eat anything yet. dan perhaps later kau menyesal menerima saran dariku.. " wajahnya kesal.
yashinta tahu betul perangai alaska yang mudah lapar, namun alaska selalu memiliki saran dan ide hebat yang bisa ia gunakan untuk projectnya nanti. gadis berketurunan jerman yang sangat cantik dan rendah hati, lihat saja,tak sedikit dari mahasiswa sekelasnya yang mencari perhatian, mencuri pandang,bahkan berkedok meminta nomor seluler untuk bertanya tugas. haish,ada ada saja. mata nya biru mediterania, menghipnotis siapa saja yang memandangnya, fitur wajah khas eropa yang sempurna diwariskan dari kedua orang tuanya. 
 " .. but, sepertinya ada yang aneh " ujar alaska
yashinta menaikan alisnya, mengisyaratkan apa yang aneh?
" sejak kapan kau suka menyendiri? meskipun pemandangan kanal venesia terlalu indah tuk diamati, namun kau tidak pernah sebelumnya..."

yashinta tersenyum mengejek,

bersambung

Comments

Popular Posts