Yang Terusik
Janji allah itu nyata, sebagaimana janji Nya kepada ibu Musa
وَاَصْبَحَ فُؤَادُ اُمِّ مُوْسٰى فٰرِغًاۗ اِنْ كَادَتْ لَتُبْدِيْ بِهٖ لَوْلَآ اَنْ رَّبَطْنَا عَلٰى قَلْبِهَا لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Hati ibu Musa menjadi hampa. Sungguh, hampir saja dia mengungkapkan (bahwa bayi itu adalah anaknya), seandainya Kami tidak meneguhkan hatinya agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah) . { Q.S Al-Qashash:10 }
Kita dicipatakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Dalam penciptaan fisik,pun penciptaan yang lainya. Begitupun dengan hati dan akal, manusia adalah makhluk dengan kesempurnaan fungsi hati dan akalnya.
Lihat bagaimana manusia mampu tersenyum lebar saat diberi gembira,lihat pula bagaimana manusia akan meringkuk lunglai ketika berduka. Disisi lain, ada juga yang hanya melampiaskan nya dengan senyum simpul, ada juga yang hanya menyerigai pahit-tapi hatinya sangat menjerit. Zaglul Pasya (perdana menteri Mesir pada tahun 1924 ) berkata ,”aku tidak bisa berbohong dalam mengutarakan isi hatiku”
Semakin kita hidup,semakin kita akan melihat sisi lain dari kehidupan itu sendiri. Ada yang menyayangi dan disayangi,ada yang menyakiti dan disakiti, semuanya berputar. Namun, hal yang dapat kita beri cahaya adalah, kita akan merasakan betapa kasih saying Allah yang luar biasa. Lihat bagaimana ayat ini berbicara, resapi, dan bayangkan- bahwa seakan akan, ayat ini mengajak kita tuk berdialog panjang
Ada apa dengan Ibunda musa?
Apa keterkaitannya dengan derita?kehidupan? dan realita?
Dalami..
Berapa banyak orang di dunia ini yang hidup dalam situasi yang benar benar mengerikan, yang penderitaan nya bahkan tak sanggup kita bayangkan? Banyak
Apakah kita, sebagai makhluk hidup, memiliki potensi tuk menderita trauma? Ada
Ayat ini, ternyata, adalah sebuah ayat yang membawa pengharapan besar saat orang orang merasa takut, orang orang mengalami luka secara emosional,kemudian mereka merasa tidak akan pernah dapat pulih dan melanjutkan hidup ini lagi. Ketika jalan sudah buntu, biduk sudah tak tampak, unggas tak beranak,lilin di tengah meja bundar pun redup cahaya nya. Sama halnya dengan sesiapa yang menjadi tokoh pada ayat ini,Ibunda Musa.Ia,memiliki tugas yang maha berat untuk membawa bayinya dan meletakkan nya di sungai.
Seorang ibu harus meletakan bayinya di sungai- tentu bukan hal mudah yang bisa dilakukan seorang ibu
Namun, ia memiliki 2 pilihan :
Menyaksikan anaknya dibunuh prajurit,atau
Membawa anaknya,meletakannya dalam keranjang yang belum pernah dicoba dengan cara apapun-apakah tahan air?-dan menghanyutkan nya di sungai.
Dan sinilah bukti bahwa allah bersama hamba Nya,disaat ibu Musa tidak bisa menguasai dirinya secara emosional untuk melakukan nya, maka allah kuatkan, وَاَصْبَحَ فُؤَادُ اُمِّ مُوْسٰى فٰرِغًا
Hati ibu Musa dikosongkan dari trauma keterpaksaan harus melepaskan anaknya,dan melihat anaknya hanyut terbawa arus sungai. Hatinya harus betul betul netral dari pikiran buruk yang menyerangnya. Karena seringkali, segala prasangka buruk,berujung pada kemungkinan yang buruk.
Dia tidak tahu apa yang akan terjadi dengan anaknya,
Apakah ia akan tenggelam?
Apakah ada buaya? Apakah keranjangnya aman?
Pikiran-pikiran itu mungkin terlintas dalam benaknya,tapi allah berkata, فٰرِغًا.kosongkan hatinya,kosongkan dari segala emosi yang meluap dalam dirinya
اِنْ كَادَتْ لَتُبْدِيْ بِهٖ , nyaris saja Ibunda Musa membongkar rahasianya, ia nyaris menerjang keluar,berlari dan menjerit
Itu bayiku! Itu bayiku!,
Namun,jika ia melakukannya, bayi Nabi Musa akan terbunuh. Lalu, Allah berkata, لَوْلَآ اَنْ رَّبَطْنَا عَلٰى قَلْبِهَا Seandainya tidak kami teguhkan hatinya.
Jika saja kala itu allah tidak kuatkan hatinya, Jika Allah tidak mengikat hatinya. Allah ambil hatinya yang begitu penuh dengan emosi yang membara.
Di ayat yang sama, Allah menggunakan kata yang berbeda. Yaitu Dia menenangkan hatinya dan membawanya kembali ke keadaanya yang normal. Dan Allah menjelaskan bahwa Dia melakukan itu.
Ada orang-orang yang secara emosi mengalami trauma dan tidak pernah bisa pulih. Kenapa? Karena Allah tidak mengikat hati mereka. Allah tidak melakukan itu.
Kita,sebagai manusia,terkadang tidak memiliki kemampuan untuk pulih secara emosional,tetapi kita belajar dalam ayat ini, bahwa Allah memiliki kemampuan untuk membiarkan kita pulih dan melanjutkan hidup.
لَوْلَآ اَنْ رَّبَطْنَا عَلٰى قَلْبِهَا لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Agar dia termasuk orang-orang yang beriman kepada Allah . ibu macam apa yang bisa pulih dari meletakkan bayinya di sungai? Dan tidak bisa melihatnya lagi?
Bagaimana dia bisa melupakkannya?-mengikhlaskannya?
Namun allah memberinya kekuatan hati sehingga dia tidak hanya bisa melupakannya,tetapi dia bisa berpikir dengan jernih setelah itu,dan mengirim adik perempuannya untuk mengawasi anaknya. Ibunda Musa tidak akan mampu berpikir tenang jika Allah tidak turut campur tangan.
Ibunda Musa bukanlah seorang nabi, Ia hanyalah seorang yang percaya.
Itu artinya, apapun trauma emosional yang kita lalui, percayalah bahwa Allah turut serta dalam proses kita, memberikan ketenangan,apapun kecemasan,ketakutan,duka amarah,emosi,yang kita hadapi.
Apapun yang telah melukai kita.
Tenanglah,Sebagaimana diciptakannya kita, sebagai penenang-
Tujuan diciptakannya wanita, لتسكنا الي,sebagai penenang bagi dirinya, pasangan nya, keluarganya,dan orang-orang disekitarnya { topik di pembahasan setelah ini }
Semoga Allah mampukan kita tuk tetap bersih dengan cintaNya, memberi ruang Allah tuk setiap luapan emosi kita, karena yang tenang akan menang,dan yang menang pasti tenang.
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
Hasil telaah dan inspirasi dari gurunda, U.Nourman Ali Khan & U.Fitrian Kadir
yang dicipta tuk pencipta,
Na


Allahumma baariik💕🌷
ReplyDeleteJazakumullahkhoironn ka nabilll🌤
Maa syaa Allah
ReplyDeletemasyallahhhh kak nabzzzzz
ReplyDelete