surat terbuka
Aku yakin di belahan barat sana, akan ada cahaya tangan musa
atas firaun
Sempat terbesit di pikiran,sampai kapan terus begini?
Sampai kapan Allah menutup mata kita dari melihat
penderitaan saudara saudara muslim yang lain?
Norak sekali, sungguh norak sekali pada muda mudi yang hanya
flexing, adu gaya dengan nongki di tempat yang jelas sekali, sejelas kain putih
, mendukung zionis. Bagaimana mungkin? Lebih dari 12 tahun di bangku sekolah ia
mempelajari makna kata kemanusiaan, dengan berbagi cabangnya. Kemanusiaaan yang
adil dan beradab, jiwa sosial dan kemanusiaan. Tapi ketika fenomena kemanusiaan
itu hadir di depan mata, seakan teori itu hanyalah seberkas nilai diatas
kertas. Mungkin baginya, kemalangan ini tak harus membuat yang lain ikut
membenci dan mengatur dunia . Baginya, kejadian ini sudah menjadi takdir
sejarah yang akan terus bergulir, dan tidak perlu melibatkan siapapun kecuali 2
kubu yang menjadi peran utama. Tapi lihat! Lihat bagaimana ketika dirinya yang
ditimpa kemalangan, tak usahlah terlalu sakit dengan kehilangan nyawa
keluarganya, hanya dengan kehilangan satu angan nya, merasa tak mampu dengan
tugasnya, hingga perasaan lemah mental ataupun insecuritas negatif membuat
dirinya menyalahkan semua aspek bahkan hembus angin sekalipun!
Inilah mental yang kau sebut sudah paling sehat? Inilah mental
yang kau sebut sudah sangat ramah?
Yaa Rabb, sampai kapan kau butakkan hati kami dari merasa
pedih saat saudara kami rela mengasuransikan nyawanya untuk jaminan Tanah suci
umat muslim yang seharusnya itu bukan saja tugas mereka, tapi juga tugas kami
semua
Tak perlulah melihat dari kacamata syahadat,
bahkan dari mata telanjang pun kau sudah bisa membedakan,
mana yang terlahir dengan jiwa manusia dan mana yang hanya menumpang nama ‘
manusia ‘
pesan ini memang sakral
sebagaimana kami ingin mempertahankan kehormatan agama kami yang
dulu dan dijaga oleh Pendahulu kami
sebagaimana kami inginn membumikan bumi manusia dengan jiwa
asli kemanusiaanya
sebagaimana kami ingin mengembalikan tanah suci agama kami! Tanah
suci yang sudah dibayar dengan darah dan sayatan pedang Pendahulu kami
sepetak tanah pun tak akan rela bahkan satu nafas yang
keluar dari raga zionis pun harus dibayar dengan 10 darah para syuhada
Dengan Darah dan Jiwa kami,
Kepada para muda mudi dan penghuni bumi ini



Comments
Post a Comment