titah pelipur

 setidaknya,kita tak perlu merogoh kocek dengan rakus tuk sekedar menyewa apollo, demi bisa membidik nyata bentuk galaksi

cukup saja berdiri di lantai 2 amasya. Namun,kau harus memberi momen ini untuk malam, dimana titik-titik cahaya yang menyeruak ke setiap bait kisah kotanya terpampang jelas

Amboi,mungkin seperti inikah galaksi? bintang-bintang,planet berkumpul menjadi satu,masing masing pantulan nya pun memperkenalkan bising dabn gemuruhnya. 

Mobil-mobil merayap menyusur jarak, berharap di setiap putar rodanya terkandung doa,sibuk.

gemerlapnya diam, namun pesona nya tidak bungkam

aku tersungkur, menyadari bahwa ini adalah cambuk, Ta'dib yang diajarkan langsung kepada penghuni bumi bahwa syukur selalu memiliki titik sumbu yang terpancar. Aroma syukur tak harus tercium nikmat, terkadang berupa lelah yang tetap bisa kau resapi dengan khidmat.

Seketika ada yang terbit dalam pikiran, tertuju pada ayat dalam surat Al- Mudatstsir 1-2, يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمُدَّثِّرُ wahai orang orang yang berselimut! قُمْ فَأَنذِرْ bangun dan berilah peringatan !

sebab orang-orang yang berselimut bukan hanya ditujukan kepada Rasulullah SAW, Al-Qur'an tetap abadi sampai Allah yang akan mengangkatnya sendiri, maka maknanya pun abadi sampai saat ini. Orang-orang berselimut adalah tentang pemilik kenikmatan bertudung kenyamanan. Maka Allah perintahkan kepada mereka, Bangunlah ! Dan berilah Peringatan.

Tak ada yang boleh bertopang dagu di dunia yang masih diujung gading.

sudikah raga berselimut sutra nian diujung sana, perut berteriak lapar namun seuap nasi pun tak ada?

Bangunlah !

nyalakan kembali lilin Raja' ibn Haiwah, lakukan sesuatu untuk dapat memaknai قُمْ فَأَنذِرْ yang penuh cinta ini.

Berhati- hatilah, jangan jangan raga saja yang Allah tampakan hidup, namun hati dan jiwa sudah layu,mati,nan redup.

Bahasa Qur'an adalah bahasa cinta yang harus dipelajari. Jika inilah Kalam sang Pemilik Cinta, maka perintah-Nya pun penuh cinta.

Lihatlah wajah Muhammad Ibn Wasi' dan Ibn Al-Musayyib saat malam hari, beralaskan cinta akhirat bertakhtakan penghambaan Kepada sang Maha Memiliki Hamba,ujar mereka,

" Wahai diri, sebentar lagi kau akan tidur panjang setelah kematian, maka bangunlah ! "

Jangan hanya menunggu Mujaddid yang dijanjikan akan datang, namun jadilah mujaddid itu sendiri.

Tangan nya tersalur harapan ummat, kakinya melangkat menuju mahligai taat, hatinya penuh dengan isyarat taqwa yang tersirat, bibirnya basah oleh sanjungan kepada sang Pemberi Nikmat, bahunya berat, menopang bagaimana harusnya bercara membenahi diri dari maksiat, titah tuk bersihkan bumi yang mulai berkarat.

             " wahai umat islam, jangan dengarkan siapapun, akan tetapi dengarkanlah agama kalian. Karena ia benar-benar jelas. Ketahuilah, musuh islam takkan pernah bisa menghancurkan islam "

                - Syekh Mutawalli Asy-Sya'rawi






Comments

Popular Posts